Monday, 31 August 2015

Keliling Indonesia


Saya bukan orang kaya. Saya hanya mahasiswa semester akhir yang luntang-lantung di kampus, ditinggalkan teman-teman satu angkatan meniti karier. Belum bekerja dan penghasilan ala kadarnya. Yah, namanya juga belum sarjana. Ijasah belum dipunya. Kerja seadanya. Mulai dari mengajar privat, mengisi training, bantu-bantu desain, sampai jaga kios. Apa saja, yang penting halal dan bisa menghasilkan uang. Tidak banyak tentunya.
Jika berkata masa depan, saya pun bisa dibilang bukan pemilik masa depan yang ‘cerah’. Lulusan jurusan pendidikan, jatuh akhir jadi guru. Beruntung jika sudah jadi buruhnya negara. Gajinya, ya tergantung negara. Jika negara kaya bisa saja gaji guru melambung mengangkasa. Tapi kalau negara miskin, tak pelak lah, guru pun miskin.
Tapi hal itu tentu saja bukan alasan yang menghalangi saya bermimpi mengelilingi dunia. Makanya, dari sekarang saya memulainya.
Dengan modal seadanya, tentu amat jauh dari mengelilingi dunia. Jadi saya putuskan kenapa tak kelilingi Indonesia saja. Toh Indonesia juga kaya panorama. Mulai dari pantai-pantainya yang beraneka rupa. Mulai pasir putih hingga tebing curam. Dari yang terkenal sampai tak pernah ada dengar. Yang kaya terumbu karang hingga yang gundul tanpa ikan. Semuanya ada. Belum lagi hutan-hutannya, air terjunnya, matahari terbenamnya, kota-kotanya, gunungnya, dan yang paling menyenangkan berburu kulinernya.
Ya, langkah pertama saya mewujudkan mimpi mengelilingi dunia adalah mengelilingi Indonesia. Hendak ikut? Saya akan memulai petualangan saya..



Share This:   FacebookTwitterGoogle+

Wednesday, 19 August 2015

Kenapa Kamu Suka Travelling?

“Kenapa suka travelling?”
“Menurutmu kenapa?”

Ah, bukankah mencintai tak perlu alasan. Saya mencintai travelling karena itu adalah travelling. Yah, memang sebenarnya belum layak disebut cinta sih. Jam terbang travelling saya masih seujung debu. Itu pun masih jarak dekat. Masih di satu negara pula. Tapi, bolehlah saya menyebutnya sebagai langah kecil menuju langkah-langkah besar selanjutnya?

Umur saya 24 sekarang. Bisa dibilang sedikit terlambat untuk memulai. Namun, siapa yang perduli. Jika Tuhan berkenan, ia bisa memberi saya 100 tahun lagi, terlebih jika Ia mengijinkan saya untuk mengelilingi bumiNya.

Iya, itu mimpi saya. Sedikit tidak realistis sebenarnya mengingat darimana saya berasal, dan latar belakang keluarga. Tapi, sekali lagi, siapa peduli. Tuhan punya kehendak yang beragam.
So, kita lihat saja, akan sampai dimana saya..




Share This:   FacebookTwitterGoogle+
Copyright © Kemana-mana Yuk! | Powered by Blogger
Design by Blog Oh! Blog | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com